Pengabdian Masyarakat “Penanaman Bibit Mangrove Mapala STIM Lasharan Jaya Makassar” yang dilaksanakan pada tanggal 30 – 31 oktober 2020. Lokasi desa Lagaruda dan desa Ujung Baji, kecamatan Sanrobone, Takalar.
MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM—Hingga Wisuda ke-16 tahun 2021/2022, total jumlah alumni yang diwisuda telah mencapai 2.822 sarjana manajemen. Mayoritas alumni sudah terserap pada lapangan kerja.
Demikian laporan akademik Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar Dr. Hernita, SE, MM, pada Wisuda STIM Lasharan Jaya ke-16, Sabtu 27 Nopember 2021 di Gedung Lasharan Jaya Makassar.
Wisuda sarjana semester genap tahun akademik 2021/ 2022, diikuti 190 wisudawan. Satu hal cukup membanggakan, 10 persen dari wisudawan S1 kali ini telah diterima kerja sebelum mereka lulus ujian skripsinya, tandas doktor pendidikan ekonomi PPs-UNM ini.
Dalam wisuda kali ini tercatat mahasiswa berprestasi terbaik 1, Nursapriani IPK ( 3,89); terbaik III Kamelia (3,78); dan terbaik III Khaeruddin (3,76), katanya.
” Saat ini kampus miliki 7 dosen dengan pendidikan doktor lulusan dari berbagai perguruan tinggi. STIM Lasharan Jaya Makassar telah, mendapatkan perpanjangan akreditasi otomatis dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang berlaku sampai 2027.”
Pencapaian ini tidak lepas kerja keras seluruh sivitas akademika STIM Lasharan Jaya dan seluruh mahasiswa, alumni, karyawan, tenaga pendidik, dosen dan pihak yayasan tidak kenal lelah hingga rela begadang melengkapi dan memperbaiki seluruh berkas yang diperlukan, tegasnya.
Pendiri STIM Lasharan Jaya,Dr. Sahban Liba, MM selalu menggaungkan kalimat effective management is dicipline and carrying out (manajemen yang efektif adalah disiplin dan melaksanakannya).
Kalimat tersebut senantiasa mengaspirasi dan menginspirasi civitas akademika senantiasa bersatu bekerja keras mengembangkan dan membesarkan kampus, katanya.
Hernita berpesan, wisudawan sebagai insan intektual, tentu saling menyadari ilmu yang didapatkan di bangku kuliah, tidaklah mungkin dapat secara langsung dinikmati, tetapi harus-lah melalui proses.
Dalam proses tersebut dibutuhkan kemauan kuat (cerdas emosi) dan juga kemampuan intelektual memadai. Kedua harus didasari kecerdasan spiritual yaitu iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Wisuda dihadiri Kepala L2DIKTI IX Sultanbatara diwakili Ir. H. Andi Muhammad. dan Ansar Mangopo, MSi Sekertaris Daerah Kota Makassar. Hj. Andi Nurlela selaku Ketua Yayasan Lasharan Jaya Makassar. Hadir pula para dosen orang tua dan keluarga wisudawan dan undangan lainnya. (rls).
Untuk menyiapkan akreditasi kampus, STIM Lasharan Jaya Makassar menggelar Bimtek yang dinarasumberi oleh Dr. Budhi Akbar, M.Si. Bimtek ini membahas tentang persiapan akreditasi yang akan dihadapi mendatang.
BIMTEK berlangsung selama dua hari (6 November – 7 November 2021) di ruang rapat STIMLash Jaya Makassar.
Wakil Ketua Umum UKM/BEM STIM Lasharan Jaya Makassar (Fitri Wahyuni Suryadi) dinyatakan lolos pada program kampus merdeka Amati Indonesia. Fitri mengungkapkan perasaan bangganya karena mampu lolos dan akan bisa berkontribusi langsung terhadap 


Kerjasama dilakukan dalam bentuk penandatanganan perjanjian bersama (MoU) yang diadakan di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Unibos Makassar, Senin, (15/2/21) sore.
“Ini merupakan kehormatan bagi kampus kami untuk bisa bekerjasama dengan Unibos, kampus yang besar”, ujar Dr. Sahban Liba, MM, pendiri sekaligus ketua yayasan STIM Lasharan Jaya Makassar, yang turut hadir pada acara tersebut.
Sementara, Rektor Unibos Makassar Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan
STIMLAS Jaya Makassar mau bekerjasama dengan Unibos Makassar.
“Saya senang sekali dan gembira STIMLASH Jaya Makassar mau bekerjasama di segala bidang terutama dalam rangka menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Kerja sama ini merupakan perwujudan program kampus merdeka yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Jalinan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi di kalangan dunia kampus. Salah satu kebijakan baru dalam program Kampus Merdeka adalah keleluasaan bagi mahasiswa mengambil mata kuliah di luar program studinya, bahkan di perguruan tinggi lain.
Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Unibos Makassar Prof. Dr. Saleh Pallu dengan Ketua STIMLASH Jaya Makassar, Dr. Hernita, SE, MM dan saksikan para sivitas akademik kedua kampus.
Menurut Dr. Hernita, hubungan kerjasama STIMLASH Jaya Makassar dengan Unibos Makassar sebenarnya sudah lama bahkan sejak Unibos masih bernama Universitas 45.
Pemilik Universitas 45, H. Andi Sose adalah kerabat sekaligus sahabat Dr. Sahban Liba. Kini, Universitas 45 telah berganti nama menjadi Universitas Bosowa dengan kepemilikan Pengusaha Kondang, Aksa Mahmud.
“Semoga dengan penandatangan MoU ini akan makin mendekatkan kami dan menguatkan kerjasama yg sama-sama saling membangun demi terwujud kampus merdeka”, tambah Hernita.
Sejumlah sivitas akademik Unibos Makassar dari jajaran para wakil rektor, dekan dan wakil dekan hadir menyaksikan acara tersebut.
Tampak dari STIMLASH Jaya Makassar diantaranya : Arfiany, SE, MM Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan, Guntur Suryo Putro, SE, MM Wakil Ketua bidang Akademik dan Dr. Iwan Perwira, SE, MM Ketua LPPM dan Kepala Humas.
Selain penandatangan Mou antar Unibos dengan STIMLASH, juga terjalin penandatanganan MoU antar Unibos Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulsel. (*)

Kegitan sosial itupun dilakukan di beberapa lokasi di Kota Makassar pada Jumat 2 Oktober 2020.
Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya yang merasa ikut prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat sekitar pada masa pandemi saat in
“Alhamdulillah kita kami masih melakukan aksi sosial ini. Mungkin dari kuantitasnya tidaklah terlalu besar. Tetapi ini dilandasi niat ikhlas untuk meringankan beban orang-orang yang kurang mampu apalagi yang terdampak Covid-19,” kata Dr Hernita.
Selain itu, ia mengaku mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya mempunyai ide untuk berbagi dari sedikit rejeki yang mereka dapatkan dan juga merupakan bagian dari tugas pengembangan diri mahasiswa bidikmisi.
“Jadi anak-anak bidikmisi tiap hari menabung minimal 5 ribu per hari mulai awal September kemarin, kemudian dana tiap orang dikumpulkan untuk beli nasi kotak,” tuturnya.
Prosesi pembagian nasi kotak tetap mengikuti standar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. Serta mereka terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok berikutnya akan melakukan aksi serupa pada Jumat pekan depan.
Citizen Reporter : Muh.Ikram
Terkini.id, Makassar – Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyepakati kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada sektor Penelitian dan Pengembangan
Dalam acara ini, D
Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan, dengan adanya aplikasi ini sangat membantu mahasiswa dan dosen.
“Mahasiswa atau dosen yang akan melakukan penelitian tidak perlu lagi datang ke kantor untuk membuat surat ijin penelitian, semua bisa dilakukan via online dan surat ijinnya juga akan langsung diterbitkan di aplikasi tersebut,” kata Dr Hernita, Sabtu, 3 Oktober 2020.
Selain itu, kata Dr Hernita, aplikasi ini sangat efisien karena tak perlu antri lagi dan cukup di rumah saja semua bisa dilakukan sehingga mampu mengurangi penyebaran pandemi Covid-19.
“Jadi akan memudahkan juga tidak menimbulkan antrian panjang dan kerumunan yang sangat berguna pada masa pandemi ini,” pungkasnya.
Citizen Reporter : Moh Ansyarullah