WhatsApp Image 2023-05-22 at 21.15.17

STIM Lasharan Jaya Makassar GELAR SEMINAR MANAJEMEN KARAKTER

http://STIM Lasharan Jaya Makassar GELAR SEMINAR MANAJEMEN KARAKTER

Makassar, Humas.
Pandemi Covid-19 yang baru-baru ini melanda dan sempat meluluh-lantakkan perekonomian dunia diprediksi oleh banyak pakar akan membuat peradaban manusia kembali keabad kegelapan seperti abad pertengahan. Namun, faktanya tidak sepenuhnya benar terjadi. Malah situasi tersebut oleh beberapa kalangan dijadikan sebagai titik balik atau turning point untuk melepas bebas daya kreativitas serta menyadarkan mereka bahwa dunia memang telah berubah dengan dahsyat dan tak bisa diramalkan.

Sepenggal kalimat diatas adalah kata pembuka yang disampaikan Dr. Sukriansyah S. Latief, SH, MH, atau yang akrab disapa Uki, staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia saat menjadi pemateri pada acara Seminar Manajemen Karekter dengan tema “Membangun Karakter, Kreativitas dan Inovasi di Era Digitalisasi” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar, Minggu (21/5/23) pagi.

Pada kesempatan membuka seminar, Dr. Hernita, SE, MM, Ketua STIM Lasharan Jaya menyampaikan agar mahasiswa yang hadir memanfaatkan moment ini sebaik-baiknya dengan menimba ilmu pengetahuan, menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan pada pemateri yang memilki segudang pengalaman dan kini telah berkiprah di level nasional.

Hernita menyinggung tentang pentingnya Surat Keterangan Pendampingan Ijazah atau disingkat SKPI. SKPI menjadi “wajib” agar seseorang bisa memenuhi syarat dan kriteria ketika bersaing memasuki dunia kerja. SKPI merupakan pengetahuan atau keterampilan diluar pendidikan formal seperti menguasai IT, kemampuan berbahasa dan beragam prestasi. “Semua ilmu dan skill tersebut sangat dibutuhkan dan kini menjadi tolok ukur seseorang bisa diterima bekerja”, tutur wanita lulusan doktor ilmu pendidikan ekonomi UNM Makassar tahun 2015.

//Berubah//

Terkait dengan tema seminar, lebih lanjut Uki mengatakan bahwa perubahan dahsyat yang terjadi benar-benar menjadi tantangan yang sangat urgent dalam segala lini kehidupan, terutama dunia bisnis dan usaha. Karakter yang menyertai era digital ini menjadikan manusia hanya punya dua opsi pilihan ; berubah atau mati. Dicontohkan beberapa perusahaan raksasa semisal Nokia, Kodak, Motorolla, General Motor, Myspace yang beberapa tahun dimasa kejayaannya merajai kancah bisnis dunia, dan kini semuanya punah seperti punahnya dinosaurus.

Penyebabnya, bisnis tersebut tak mau melakukan perubahan dan merasa nyaman dengan apa yang telah diraih.
Agar bisa bertahan bahkan unggul dalam situasi yang sangat cepat berubah karena gempuran teknologi adalah memiliki karakter yang kuat. Kejujuran menempati urutan pertama yang wajib dimiliki, ditambah disiplin, selalu berusaha, pantang menyerah punya karakter dan terus belajar, tambah Uki. “Dibutuhkan kreatifitas dan daya inovasi dalam menyikapi perubahan besar yang terjadi dengan bantuan digital”, tutur wartawan yang juga berprofesi sebagai dosen pada satu perguruan tinggi swasta di kota Makassar.

Pada penghujung seminar, moderator acara Dr. Iwan Perwira menyampaikan hal terkait perubahan dengan mengutip pernyataan charles Darwin, seorang naturalis dan ahli geologi Inggris yang terkenal sebagai biologi evolusioner yang mengatakan “bukan makhluk yang terkuat dan terpintar yang akan bertahan, melainkan yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan”. Seminar manajemen karakter diikuti sekitar 200 mahasiswa dan dihadiri sejumlah pejabat kampus diantaranya Guntur Suryo Putro, SE, MM (wakil ketua I bidang akademik), Muhammad Amsal Sahban, SE, MM, Ph.D (wakil ketua II bidang keuangan), Arfiany, SE, MM (wakil ketua III bidang kemahasiswaan) dan Dr. Iwan Perwira, SE, MM (Ketua program studi pasca sarjana). Tampak sejumlah dosen hadir seperti Dr. Mustamin, SH, MH, Dr. Andi Batary Citta, SE, MM dan Muharram, SE, MM.

Diakhir acara diadakan kuis yang dipandu Arfiany, dan bagi yang bisa menjawab mendapatkan hadiah menarik. Mahasiswa sangat antusias mengikuti dan sigap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan hingga puluhan hadiah ludas tak bersisa.

(Humas STIMLASH)

 

 

WhatsApp Image 2022-09-07 at 13.52.33 (1)

Pelatihan Pembuatan Briket Arang Dari Sampah Organik Bagi Masyarakat di Desa Jenetallasa Kabupaten Gowa

http://Pelatihan Pembuatan Briket Arang Dari Sampah Organik Bagi Masyarakat di Desa Jenetallasa Kabupaten Gowa

Desa Jenetallasa, Gowa (7/9/2022)

Program Kegiatan Masyarakat (PKM) berupa Pengabdian Masyarakat dilakukan di Desa Jene Tallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Daerah tersebut banyak ditumbuhi pohon sehingga menghasilkan sampah organik seperti ranting, dedaunan dan kulit buah serta tanaman. Selama ini masyarakat membersihkan lahan mereka dengan membakar sampah-sampah tersebut. Sebagian besar belum mengetahui potensi sampah organik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Masyarakat menganggap bahwa sampak organik tidak dapat lagi dimanfaatkan sehingga perlu dimusnahkan. Mereka hanya mengetahui cara daur ulang sampah anorganik saja, sedangkan sampah organik hanya dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos. Pengetahuan tentang pembuatan briket arang menjadi barang pengganti bahan bakar rumah tangga yang murah dan aman yang terbuat dari sampah, masih rendah.

Melimpahnya sampah organik dan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pembuatan briket arang berbasis sampah organi kering membuat TIM Pengabdi dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tergerak untuk turun dan terjun ke masyarakat sebagai perwujudan Tri Dharma Pendidikan dengan memberikan pelatihan membuat briket arang, khususnya bagi ibu ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Jene Tallasa dan siswa siswi SMA Islam Lasharan Jaya di Gowa.

Pembuatan briket arang dari sampah organik dapat menjadi alternatif penghasilan tambahan bagi masyarakat dan mampu mengurangi timbunan sampah yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Usaha briket arang ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disamping bisa juga dipakai oleh masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga karena murah dan ramah lingkungan.

 

 

 

 

WhatsApp Image 2022-06-14 at 14.09.44

Inovasi Batang Pisang Menjadi Cemilan Enak

http://Inovasi Batang Pisang Menjadi Cemilan Enak

Tim pengabdian Stim Lasharan Jaya Makassar gelar pelatihan pengolahan batang pisang di Desa Damai, Kecamatan Tanralili Kab. Maros, Kamis, (09/06/2022).

Dalam kegiatan pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi khusunya Pengabdian Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa STIM Lasharan Jaya Makassar melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Maros. Kegiatan ini berupa pengolahan batang pisang menjadi produk makanan keripik dengan aneka rasa. Dari kegiatan ini diharapkan akan membantu perekonomian masyarakat desa.

Hal ini disampaikan Dr. Andi Batary Citta, SE, MM saat pelatihan PKM: pengolahan batang pisang menjadi kripik dalam penguatan UMKM dengan melibatkan masyarakat.

“Kegiatan ini dalam rangka mengedukasi masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan. Ini adalah sebuah upaya dalam rangka mengingkatkan nilai jual produk local yang akan berdampak secara langsung kepada pendapatan masyarakat”. ungkap Batary

Ia melanjutkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai inovasi batang pisang menjadi kripik dalam bentuk dan rasa seperti adanya bentuk kripik yang menjadi ciri khas produk dan berbagai bumbu perasa seperti rasa asin, pedas, balado,keju. tutupnya

Pelatihan  dilaksanakan oleh Tim PKM Stim Lasharan Jaya Makassar seperti Ketua Guntur Suryo Putro,SE, MM,  Anggota Arfiany, SE, MM, Dr Andi Batary Cita,SE,MM, Dr. Hikma, SE,MM, Widiastuti, S.S,M.Hum, Yohanis, SE, MM, Drs, Muharram, MM, serta beberapa warga sebagai peserta.(#)

Dikutip dari : Suarainsancita.com, Makassar

WhatsApp Image 2022-01-24 at 08.42.57

SOFT LAUNCHING, Beragam Produk Olahan Jamur Tiram

http://SOFT LAUNCHING, Beragam Produk Olahan Jamur Tiram

Kegiatan SOFT LAUNCHING, Beragam Produk Olahan Jamur Tiram  ini adalah bagian akhir dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan beragam produk makanan olahan berbahan dasar jamur tiram. Seperti kripik jamur, abon jamur, hingga makanan beku atau frozen food semisal bakso jamur, tahu isi jamur, dan nugget jamur. “Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai beragam olahan makanan jamur tiram” ujar Ketua Tim PPD, Dr Iwan Perwira, SE. MM.

Tanam jamur

Berdayakan Masyarakat, Olah Jamur Jadi Produk

http://Berdayakan Masyarakat, Olah Jamur Jadi Produk

Kegiatan ini berfokus pada pembuatan beragam produk makanan olahan berbahan dasar jamur tiram. Seperti kripik jamur, abon jamur, hingga makanan beku atau frozen food semisal bakso jamur, tahu isi jamur, dan nugget jamur. “Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai beragam olahan makanan jamur tiram” ujar Ketua Tim PPD, Dr Iwan Perwira, SE. MM.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi kampus STIMLASH Jaya Makassar dengan Universitas Bosowa Makassar. Mereka adalah Dr. Hernita, SE. MM. Mukhtar Galib, S.Sos. MM. dan Ir. Rahmadi Jasman, MP. Ir.

 

40247176

STIM Lasharan Jaya, Gelar Workshop ” Teori Pengambilan Keputusan “

40247176Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya atau STIMLASH JAYA menggelar Workshop “Teori Pengambilan Keputusan” Minggu (25/4) di Gedung Lasharan Garden Makassar. Acara ini diikuti oleh 210 mahasiswa dan bertindak sebagai pemateri adalah Dr.H. Sahban Liba, MM yang juga merupakan Ketua STIM Lasharan Jaya.

Workshop Teori Pengambilan Keputusan itu dilaksanakan setiap setahun sekali dan merupakan workshop yang wajib diikuti para mahasiswa STIMLASH JAYA sebagai salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti ujian skripsi.

“Workshop TPK ini sangat penting dan berguna bagi para mahasiswa calon sarjana yang kelak akan terjun langsung berhadapan dengan masyarakat. “Kalian para mahasiswa akan terlatih membuat dan mengambil keputusan di saat-saat genting sekalipun”. kata lulusan Doktor UNJ Jakarta tahun 2009 ini.

Ditambahkan Sahban Liba, TPK ini juga berguna dalam memilih calon pendamping hidup. bayangkan, kalau kita salah dalam memilih maka akan menyesal seumur hidup. untuk itulah pahami dan pelajari baik-baik workshop TPK ini agar dapat memilih jodoh sesuai hati nurani. penjelasan tersebut langsung disambut tepuk tangan gembira para peserta workshop.

pada kesempatan itu pula, Sahban Liba memaparkan perjalanan hidupnya mulai dari pendidik lalu menjadi tentara marinir Angkatan Laut kemudian bekerja sebagai PNS yang dikaryakan di kantor Gubernur DKI Jakarta saat gubernur di jabat Jenderal Marinir Ali Sadikin dan kini kembali lagi ke dunia pendidikan. Menurut Doktor yang kini berusia 72 Tahun itu, baginya Ia tidak mengalami istilah pensiun tapi yang ada adalah merubah karier atau change of carrier. Itulah hikmah dalam mengambil setiap keputusan.

images

STIM Lasharan Jaya Gelar Lomba Pidato Bahasa Inggris

Tak mudah memacu semangat belajar mahasiswa, apalagi untuk melakukan sesuatu yang dianggap sulit, tetapi Ketua STIM Lasharan Jaya (STIM-Lash) Makassar, Dr H Sahban Liba MM punya kiat jitu untuk “menaklukkan” mahasiswa.

Kiat tersebut yaitu dengan memaksa mahasiswa mengikuti lomba, menyediakan hadiah bagi para juara, serta memberikan sanksi kepada mahasiswa yang tidak mau mengikuti seluruh prosedur lomba yang telah ditetapkan.

“Saya mengajar bahasa Inggris, tetapi cara mengajar saya agak berbeda dibandingkan dosen bahasa Inggris lain. Semua mahasiswa saya wajibkan ikut lomba pidato berbahasa Inggris di antara mereka sendiri, tentu dengan melalui proses latihan terlebih dahulu. Saya siapkan hadiah yang cukup besar bagi para juara,” ungkap Sahban, kepada penulis di ruang kerjanya, Kamis, 27 Oktober 2011.

Hadiah yang disediakan yaitu Rp 1 juta bagi juara pertama, Rp 750 ribu untuk juara kedua, Rp 500 ribu bagi juara ketiga, dan Rp 250 ribu untuk juara keempat.

“Mungkin saya dianggap gila, tetapi ini saya lakukan agar mahasiswa bisa berbahasa Inggris,” ujar Sahban.

Dalam menempa mahasiswa di kampus STIM-Lash, purnawirawan TNI-AL itu menerapkan lima tahap pembinaan, yaitu mahasiswa semester satu DIPAKSA belajar, mahasiswa semester dua TERPAKSA belajar, mahasiswa semester tiga TERBIASA belajar, mahasiswa semester empat BISA melakukan, sedangkan mahasiswa semester lima sudah memiliki BUDAYA belajar.

“Inilah yang coba saya terapkan di STIM-Lash,” kata Sahban yang meraih gelar doktor (S3) pada usia 70 tahun. (asnawin)