Pada tanggal 16-03-2026, Para pengurus UKM STIMLASH JAYA Periode 2025-2026 mengadakan kegiatan Berbagi Sembako khusus nya Pada kelurahan Masalle, Kecamatan Panakukkang di Kota Makassar. Dan terjun langsung kelapangan sebagaimana kegiatan ini merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat dan itu juga termasuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan empati dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini berlangsung dengan Baik, sesuai dengan target yang telah di tentukan. Tujuan utama dari kegiatan ini ialah Mewujudkan rasa Empati, dan rasa kepedulian sesama Manusia dan membantu masyarakat yang Kurang mampu terutama di sekitaran kampus
MAPALA Stimlash di bulan Ramadhan yang merupakan bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, turut berperan aktif dalam penyediaan takjil gratis bagi masyarakat umum.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
MAPALA Stimlash hadir untuk berbagi kebahagiaan melalui bagi takjil yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 di sekitaran area kampus atau Jl Boulevard kota Makassar.
Penyediaan takjil gratis selain bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa, juga mencerminkan semangat gotong royong, solidaritas, dan nilai kebersamaan yang menjadi semangat dan karakter mereka.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud komitmen dalam mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan di lingkungan kampus.
Komitmen sejumlah perguruan tinggi Indonesia dalam memperluas peran tridharma di tingkat global kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang dilaksanakan di Malaysia. STIM Lasharan Jaya Makassar, bersama 55 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia, turut berperan aktif dalam kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari agenda akademik lintas negara.
PkM internasional ini diselenggarakan pada Sanggar Bimbingan Sungai Mulia pimpinan Mimin Mintarsih, sebuah pusat pembinaan komunitas pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini berperan penting dalam pendampingan pendidikan dan penguatan kapasitas sosial. Sanggar tersebut dipimpin oleh Mimin Mintarsih, yang secara aktif mendukung berbagai inisiatif kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi.
Program pengabdian diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan yang melibatkan lebih dari 100 pekerja migran Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar kewirausahaan, keterampilan aplikatif, serta pemahaman pengelolaan usaha yang relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi saat kembali ke Tanah Air. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong transformasi pekerja migran dari tenaga kerja menjadi pelaku usaha mandiri.
Pada kesempatan itu, Mimin menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif perguruan tinggi Indonesia dalam kegiatan tersebut. Program pelatihan kewirausahaan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pekerja migran agar mereka memiliki bekal nyata ketika kembali ke Indonesia dan tidak kembali terjebak dalam siklus kerja migran tanpa kepastian.
“Pendampingan yang berkelanjutan dari dunia akademik sangat penting agar para pekerja migran tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki visi kemandirian ekonomi di masa depan,” tambah Mimin.
Sementara itu, Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Associate Professor Dr. Hernita, menegaskan bahwa keterlibatan STIM dalam PkM internasional ini merupakan bagian dari strategi institusional untuk memperluas dampak tridarma perguruan tinggi secara global. Pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas geografis.
Melalui PkM internasional diharapkan kontribusi perguruan tinggi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat, termasuk para pekerja migran Indonesia yang menjadi bagian penting dari bangsa. Pelatihan kewirausahaan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dirancang agar aplikatif dan relevan dengan potensi lokal di daerah asal peserta.
“Kami berharap para pekerja migran yang mengikuti pelatihan ini dapat kembali ke Tanah Air dengan kesiapan mental, keterampilan, dan rencana usaha yang matang, sehingga mampu menjadi pelaku ekonomi produktif dan berdaya saing,” lanjut Dr. Hernita.
Kegiatan PkM internasional ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan manusia Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara dunia akademik dan komunitas pekerja migran, program ini diharapkan menjadi model pengabdian lintas negara yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat citra perguruan tinggi Indonesia di kancah internasional.
Kolaborasi lintas negara antara dunia akademik dan pelaku industri diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 56 perguruan tinggi se-Indonesia, termasuk STIM Lasharan Jaya Makassar, bersama pelaku industri Malaysia di Pudu Convention Hall, Kuala Lumpur.
Kegiatan ini menghadirkan Siti Khadijah Apparel, salah satu merek busana muslimah premium terkenal di Malaysia yang sejak berdiri pada 2009 konsisten mengembangkan produk dengan memadukan kenyamanan pemakai, kualitas material, serta kepatuhan terhadap prinsip syariat Islam. Terinspirasi dari sosok Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah dikenal luas melalui telekung berdesain ergonomis dengan potongan presisi, serta koleksi jubah, baju kurung, hijab, dan perlengkapan ibadah premium.
Dalam FGD tersebut, Komaruddin, perwakilam dari Perusahaan Siti Khadijah Apparel, menegaskan bahwa pengembangan fesyen muslimah harus berangkat dari nilai. Industri fesyen muslimah tidak semata-mata berbicara tentang produk, tetapi juga tentang nilai.
“Kenyamanan ibadah, kualitas, dan identitas syariat menjadi fondasi utama dalam membangun makna spiritual sebuah busana,” ujar Komaruddin.
Sementara itu, Associate Professor Dr. Hernita, Pimpinan STIM Lasharan Jaya Makassar, menilai FGD ini sebagai ruang strategis dalam mempertemukan perspektif akademik dan praktik industri.
“Forum ini memberikan Gambaran konkret bagaimana nilai keislaman, inovasi, dan strategi bisnis dapat terintegrasi dan menjadi referensi penting dalam pengembangan kurikulum serta kewirausahaan di perguruan tinggi,” tutur Dr. Hernita.
FGD tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi Indonesia dan pelaku industri fesyen muslimah Malaysia dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia serta industri kreatif berbasis nilai.
Sebanyak 56 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia perluas jejaring akademik internasional melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan dua universitas ternama di Malaysia, INTI University dan SEGi University. Acara penandatanganan dokumen Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) ini berlangsung pada Jumat 23 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan 73 dosen delegasi, termasuk di antaranya rombongan dari STIM Lasharan Jaya Makassar yang dipimpin langsung oleh sang Ketua, Associate Professor Dr. Hernita.
“Kerja sama ini bernilai strategis dalam memperkuat jejaring akademik global serta mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, antar perguruan tinggi lintas negara,” ujar Prof Usep Suhud dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta.
Kunjungan pertama diawali di INTI University. Fokus kolaborasi mencakup pengembangan pendidikan, riset bersama, hingga program pertukaran dosen dan mahasiswa. Prof. Dr. Goh Kan Wen, selaku Pro Vice Chancellor Global Engagement IRCC INTI University, menyambut baik inisiatif ini.
Usai dari INTI University, delegasi melanjutkan agenda ke SEGi University. Di sana, penguatan kerja sama difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia. Prof. Ir. Dr. Tezara Cionita dari International Collaborations and Research SEGi University & Colleges menyatakan, “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan SDM.”
Tim dosen juga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional pada Minggu, 25 Januari 2026. Sebanyak 56 perguruan tinggi berkolaborasi memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan kepada lebih dari 100 pekerja migran Indonesia di Malaysia. Program ini dirancang sebagai bekal bagi para pekerja migran agar memiliki rencana matang untuk berwirausaha saat kelak kembali ke Tanah Air.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya. Dinda Zahraprilia Mandala, mahasiswi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 1 pada Kejuaraan Pencak Silat Hasanuddin Championship II Tingkat Nasional Tahun 2025. Kejuaraan bergengsi tingkat nasional tersebut diselenggarakan pada 26–28 Desember 2025 bertempat di GOR Sudiang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan diikuti oleh atlet-atlet pencak silat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua STIM Lasharan Jaya, Assoc. Prof. Dr. Hernita, SE., MM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang diraih oleh Dinda Zahraprilia Mandala. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti bahwa mahasiswa STIM Lasharan Jaya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang non-akademik hingga tingkat nasional.
“Prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika. Kami berharap Dinda terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat juang, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Arfiany, SE., MM, selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIM Lasharan Jaya. Ia berharap agar prestasi yang telah diraih tidak menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus berprestasi di masa depan.
“Kami berharap mahasiswa tidak berhenti sampai di sini. Teruslah berlatih, berkompetisi, dan mengharumkan nama pribadi, institusi, serta daerah di tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya. STIM Lasharan Jaya senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa melalui pembinaan berkelanjutan, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing nasional. (Ulla)
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar kembali mengukuhkan lulusan baru pada Wisuda Sarjana ke-20 dan Wisuda Pascasarjana ke-1 yang digelar di Kampus STIM Lasharan Jaya, Jalan Abdullah Dg. Sirua, Makassar, Sabtu, 15 November 2025. Hadir mewakili Kepala LLDIKTI IX, Ketua Tim Akademik LLDIKTI IX, Muhammad Tahir Hamzah, ST, MM. Pada kesempatan tersebut, 189 alumni resmi diwisuda, adalah lulusan Program Sarjana (S1) Manajemen dan termasuk 3 lulusan Program Magister (S2) Manajemen.
Enam Lulusan Terbaik Diumumkan dari seluruh wisudawan, enam alumni dinyatakan sebagai lulusan terbaik. Untuk Program Sarjana (S1), masing-masing adalah: M. Alfian Pamungkas, Z.W, S.M (IPK: 4.0), Sri Selfi Damayanti, S.M (IPK: 3.06), Badria, S.M (IPK: 3.97). Sementara untuk Program Magister Manajemen (S2), tiga lulusan terbaik yaitu: Muhammad Arwin, ST, MM (IPK: 4.0), Putra Sarif (IPK: 3.87), serta Vivi Avianti Darwis (IPK: 3.71).
Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr. Hernita, SE, MM, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2001, kampus tersebut telah meluluskan lebih dari 3.600 alumni yang kini mengabdi di pemerintahan, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai sektor sosial dan pendidikan. “Kami bangga bahwa para alumni membawa nama baik almamater dengan menunjukkan kompetensi, integritas, dan etika profesional yang kuat,” ujarnya.
Hernita menambahkan bahwa tahun ini kampus juga merayakan wisuda perdana Program Pascasarjana Magister Manajemen, menandai babak baru dalam pengembangan institusi. Menurutnya, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja keras sivitas akademika, dukungan Yayasan Pendidikan Lasharan Jaya, serta kepercayaan masyarakat Makassar. Hernita juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, tetapi awal dari perjalanan baru. “Gelar akademik adalah simbol tanggung jawab intelektual dan moral untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kami berharap para lulusan STIM Lasharan Jaya menjadi insan berkarakter unggul, berintegritas, inovatif, adaptif terhadap perubahan zaman, dan mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat,” tutupnya.(*)
Stimlasharanjaya.ac.id. Keberhasilan di era digital menuntut setiap individu terus mengembangkan diri dengan menjadi autentik, berani menampilkan keunikan, dan karakter yang jujur dalam menggali potensi diri yang terbaik. Mampu belajar cepat, beradaptasi terhadap perubahan, membangun personal branding (build personal brending) dengan menciptakan identitas digital yang konsisten, konten bernilai, interaksi positif, dan menjaga reputasi secara berklanjutan.
Hal ini mengemukan dalam acara workshop pada tgl 26 Oktober 2025 bertempat di kampus STIM Lasharan Jaya. Pemateri dalam acara ini adalah Bpk. Edward Ridwan CHt, C.NLP, CT.CPPS, seorang trainer profesional dan praktisi pengembangan SDM yang telah berkiprah lebih satu dekade dibidang leadership, digital trasformation, dan communicastion skill.
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Stim Lasharan Jaya Ibu Dr. Hernita, SE. MM. dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua 3 bidang Kemahasiswaan Arfiany, SE. MM. dengan dipandu moderator acara Dr. Widiastuti, S.S. M.Hum. Turut hadir juga dosen-dosen, staf, mahasiswa dalam kegiatan ini.