STIM Lasharan Jaya Makassar bersama 55 Perguruan Tinggi Indonesia Laksanakan PkM Internasional di Malaysia (Part 3)

Komitmen sejumlah perguruan tinggi Indonesia dalam memperluas peran tridharma di tingkat global kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang dilaksanakan di Malaysia. STIM Lasharan Jaya Makassar, bersama 55 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia, turut berperan aktif dalam kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari agenda akademik lintas negara.

PkM internasional ini diselenggarakan pada Sanggar Bimbingan Sungai Mulia pimpinan Mimin Mintarsih, sebuah pusat pembinaan komunitas pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini berperan penting dalam pendampingan pendidikan dan penguatan kapasitas sosial. Sanggar tersebut dipimpin oleh Mimin Mintarsih, yang secara aktif mendukung berbagai inisiatif kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi.

Program pengabdian diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan yang melibatkan lebih dari 100 pekerja migran Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar kewirausahaan, keterampilan aplikatif, serta pemahaman pengelolaan usaha yang relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi saat kembali ke Tanah Air. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong transformasi pekerja migran dari tenaga kerja menjadi pelaku usaha mandiri.

Pada kesempatan itu, Mimin menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif perguruan tinggi Indonesia dalam kegiatan tersebut. Program pelatihan kewirausahaan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pekerja migran agar mereka memiliki bekal nyata ketika kembali ke Indonesia dan tidak kembali terjebak dalam siklus kerja migran tanpa kepastian.

“Pendampingan yang berkelanjutan dari dunia akademik sangat penting agar para pekerja migran tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki visi kemandirian ekonomi di masa depan,” tambah Mimin.

Sementara itu, Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Associate Professor Dr. Hernita, menegaskan bahwa keterlibatan STIM dalam PkM internasional ini merupakan bagian dari strategi institusional untuk memperluas dampak tridarma perguruan tinggi secara global. Pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas geografis.

Melalui PkM internasional diharapkan kontribusi perguruan tinggi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat, termasuk para pekerja migran Indonesia yang menjadi bagian penting dari bangsa. Pelatihan kewirausahaan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dirancang agar aplikatif dan relevan dengan potensi lokal di daerah asal peserta.

“Kami berharap para pekerja migran yang mengikuti pelatihan ini dapat kembali ke Tanah Air dengan kesiapan mental, keterampilan, dan rencana usaha yang matang, sehingga mampu menjadi pelaku ekonomi produktif dan berdaya saing,” lanjut Dr. Hernita.

Kegiatan PkM internasional ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan manusia Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara dunia akademik dan komunitas pekerja migran, program ini diharapkan menjadi model pengabdian lintas negara yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat citra perguruan tinggi Indonesia di kancah internasional.

Tags: No tags

Comments are closed.