kampus-STIM-Lasharan-Jaya2

Stimlash Jaya Gratiskan SPP Bagi Mahasiswa Tidak Mampu

stimlashSekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya (STIMLASH JAYA) Makassar, membebaskan pembayaran SPP bagi mahasiswa tidak mampu. Ketua STIMLASH Jaya Dr H Sahban Liba MM kepada PARE POS mengatakan, langkah itu dilakukan dalam upaya membantu pemerintah memberikan kesempatan kepada alumni SMA. Dia menjelaskan, pemberian kuliah gratis ini diprioritaskan kepada siswa asal Sulsel. Namun harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh internal sekolah tinggi yang berlokasi di Jl Abdullah Dg Sirua Makassar itu.

“Syaratnya mudah saja, cukup membawa STTB lulusan 2008-2010 disertai surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa dan dilengkapi surat pernyataan untuk bersungguh-sungguh mengikuti perkuliahan,” jelasnya. Seterusnya dia juga mengatakan, untuk mahasiswa bebas SPP ini mereka diberikan kelas khusus. “Jadi, tidak bergabung dengan mahasiswa umum. Mereka ini terbebas dari SPP dan biaya pembangunan kampus, sehingga beban orang tua bisa menjadi ringan tentunya,” ujarnya. Diutarakan olehnya, soal dana dia sendiri menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membiayai kelas kuliah bebas SPP 100 persen tersebut. “Alhamdulillah ada saja rezeki yang disisihkan untuk membiayai kelas kuliah gratis ini. Jika pemerintah hanya menggratiskan pendidikan hingga tingkat SMP, kami sudah pada pendidikan tingkat tinggi,” katanya. Sejauh ini, sudah dua angkatan yang telah menjalani perkuliahan di kampus STIMLASH Jaya. “Tapi tentunya hanya calon mahasiswa yang berprestasi saja saat di SLTA yang kami akomodir untuk mendapatkan fasilitas ini.

Satu catatan pula, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas kami. Untuk itu bagi mereka yang masuk di kelas tersebut akan diabsen. Jika tiga kali tidak hadir mengikuti perkuliahan tanpa alasan yang jelas, maka kami keluarkan,” ingatnya. Saat ini tercatat 90 mahasiswa penerima fasilitas bebas SPP 100 persen. Ditambah tidak kurang 500 mahasiswa umum yang menimbah ilmu di perguruan tinggi tersebut. Mereka yang mendapat fasilitas bebas SPP ini, bisa menghemat Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Kebanyakan mereka berasal dari Enrekang, Takalar, dan Maros. “Sebenarnya kami terbuka kepada daerah mana saja. Hanya kebetulan saja daerah tersebut yang terbanyak masyarakatnya mendaftar di sini,” tambah Humas STIMLASH Jaya Iwan Perwira. Untuk pendaftaran kelas bebas SPP 100 persen, pihak STIMLASH Jaya membuka pendaftaran dari Mei hingga 21 November mendatang. Soal staf pengajar perguruan tinggi itu telah memiliki empat dosen berijasah S3. Bahkan salah satu dosen menerima beasiswa dari Pemprov Sulsel untuk meraih gelar Phd di New Zealand, sedang dosen lainnya rata-rata berijazah S2.

pendidikan-gratis

STIMLASH hadirkan kuliah gratis dan bebas SPP 100%

pendidikan-gratisSebagai pendidik, bukan hanya berusaha mencerdaskan anak didik. Tetapi juga mempu memberi pelajaran di muka kelas, seorang pendidik pun harus memperlihatkan keteladanan ke anak didik.

Hal inilah prinsip yang dipegang letnan kolonel marinir (purn) TNI AL, Dr Sahban Liba MM, yang kini berkiprah dan menghabiskan waktunya di dunia pendidikan. Sahban, memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Garden (STIMLASH) Jaya Makassar.

Ketua STIMLASH Jaya Makassar ini punya cita-cita memajukan pendidikan Indonesia, utamanya di Sulsel. Kecintaannya terhadap pendidikan pun mengispirasinya untuk menulis buku berjudul Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia. Buku ini merupakan naskah disertasinya saat menempuh pendidikan doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Menurutnya, banyak mantan pentinggi yang hanya ingin menikmati masa tuanya tanpa pengabdian lagi. Tetapi dirinya, tidak mengenal masa purna bakti. Tetapi terus berbakti di bidang pendidikan tinggi. Walau pernah menjadi anggota marinir, sangat akrab latihan-latihan fisik, tapi hal itu tidak berlaku lagi dalam dunia pendidikan. Sebagai seorang pendidik yang lebih mengedepankan intelektual.

“Melihat kondisi pendidikan yang semakin miris, dan banyaknya anak-anak tidak sekolah hanya karena persoalan biaya administrasi, membuat saya semakin miris. Sekian ribu orang yang tak mendaftar keperguruan tinggi karena para orang tidak mampu lagi membiayai anaknya,” ujarnya.
Sehingga dia bertekat hadir di Sulsel di STIMLASH memberikan sebuah terobosan baru dengan kuliah secara gratis hingga selesai.
“Secara materi kami memang rugi, tetapi secara batiniah, senang sekali dengan adanya masyarakat tak mampu yang dapat menikmati pendidikan tinggi,” jelasnya.

Kata dia, karena kecintaannya pada pendidikan, Sahban yang juga mantan pejabat pemerintah DKI Jakarta selama 25 tahun tersebut menerapkan pendidikan gratis di kampus yang saat ini dipimpinnya.
“Saya juga punya impian suatu saat ingin mengambil anak-anak jalanan di sekolahkan. Tapi saat ini belum menemukan konsep yang cocok. Saya juga ingin melihat mereka bisa sekolah,” ujarnya, di kampus STIMLASH Jaya, Lasharan Garden, Jl Abdullah Dg Sirua, Makassar, Rabu (20\10).

Sahban mengatakan, saat ini dia juga sementara merampungkan buku keduanya. Buku itu kini sudah memasuki cetakan kedua setelah cetakan pertama November 2009 lalu.

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya (STIMLASH) Jaya Makassar membuka pendaftaran kelas khusus gratis SPP 100 persen untuk mahasiswa baru angkatan 2010/2011. Pendaftaran dibuka mulai Kamis 21 Oktober hingga 21 november mendatang.

Hal itu dikatakan oleh Ketua STIMLASH Jaya Dr Sahban Libaa MM dalam jumpa persnya di kampus Stimlash Jaya, Lasharan Garden, Jl Abdullah Dg Sirua, Rabu (20\10).

Sahban mengatakan, kelas kuliah bebas SPP 100 persen ini telah dibuka sejak 2007 lalu dan kini telah memiliki 80 mahasiswa.

Stimlas Jaya telah membina dua angkatan kuliah gratis spp tersebut dan mahasiswanya banyak berasal dari berbagai kabupaten di Sulsel di antaranya Takalar dan Enrekang.

Mahasiswa yang akan mendaftar pada kelas ini akan menjalani bebeberapa persyaratan. Syarat pokoknya yakni siswa lulusan 2009 dan 2010, berprestasi, menjalani psikotes dan yang paling penting adalah membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat yg ditandatangani oleh orangtua calon siswa.

rektor

Sambutan Ketua STIM Lasharan Jaya

herSelamat datang di website resmi Sekolah TinggiIlmuManajemenLasharan Jaya (STIMLASH JAYA). STIMLASH JAYA adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program sarjana (S1) yang telah terakreditasi dengan peringkat “B”

Lembaga pendidikan ini bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Lasharan Jaya, dengan Akte Notaris, No. 04 tanggal 06 November 2000, dan telah terdaftar di pengadilanNegeriMakasar, pada hari sabtu, tanggal 11 November 2000, dan telah terdaftar di Pengadilan Negeri Makassar No. 117/2000/FC.STIMLASH JAYA didirikan sejak tanggal 05 Juni 2001, dengan Surat Keputusan Mendiknas No.59/D/O/2001, tanggal 05 Juni 2001.
Saat ini STIMLASH JAYA telah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah diantaranya Walikota Makassar, Bupati Gowa, Bupati Takalar, Bupati Maros, Bupati Selayar dan Walikota Parepare.
Sebagai seorang lulusan STIMLASH diharapkan sudah paham tentang unsur manajemen dan fungsi-fungsi serta implementasi dilapangan, karena yang paling penting dalam pelaksanaan manajemen adalah faktor MANUSIANYA. Dan diharapkan pula para lulusan STIMLASH setidaknya harus mampu memahami tiga sense yaitu sense of belonging, sense of participation and sense of responsibility. Untuk para manager lulusan STIMLASH diharapkan akan mampu memahami dan menerapkan Delegation of Authority, mampu mengambil keputusan yang tepat, serta mampu menempatkan atau mengangkat karyawan berdasarkan The Right Man on The Right Place.

Akhir kata semoga ilmu yang diberikanolehlembaga pendidikan kami dapatmemberikankontribusi yang besarperanannyadalamkarirdanmasadepananda. Dan semoga para lulusan STIMLASH selalu membawa nama baik dan menjunjung tinggi nama Almamater STIMLASH JAYA dimanapun anda berada.

penghargaan-kopertis

Dr. H. Sahban Liba, MM Terima Penghargaan dari Kopertis

Dr. H. Sahban Liba, MM Terima Penghargaan dari Kopertis Makassar, Humas Dalam rangka hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2010, Kordinator Kordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. M. Basri Wello, MA, memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku dan praktisi pendidikan tinggi di Sulawesi.

penghargaan-kopertisPenghargaan tersebut diberikan untuk beberapa kategori diantaranya pengukuhan sebagai guru besar dan penghargaan penetapan penulis buku ilmiah. Salah satu penerima penghargaan kategori Penetapan Penulis Buku Ilmiah adalah Dr. H. Sahban Liba, MM, Ketua STIM Lasharan Jaya yang menulis buku “Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia, Perspektif Teoritis dan Empiris”. Buku tersebut bersumber dari desertasi Sahban Liba yang berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Periode 2003-2010 (Higher Education Long-Term Startegy 2003-2010”. Dari buku itu, Sahban pun meraih gelar doktor pada tanggal 15 Oktober 2009 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan hasil yang sangat memuaskan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah yakni menteri pendidikan terhadap dedikasi dan sumbangsih yang saudara berikan selama ini dalam upaya memajukan pendidikan tinggi” ujar Basri Wello membacakan surat keputusan menteri pendidikan, Muhammad Nuh.

Ditambahkan Basri Wello, para penulis diharapkan tetap aktif menulis buku dan khususnya menulis hal-hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan tinggi. Penghargaan ini merupakan penghargaan kali kedua yang diterima Sahban Liba sehubungan dengan peran aktifnya dalam memajukan pendidikan tinggi. Sebelumnya, Sahban Liba menerima penghargaan sebagai Tokoh Teladan Pendidikan dari AS Center pimpinan Prof. Dr. Aminuddin Salle, SH, MH, pada Sabtu (20/2) di Gedung Lasharan Garden, dalam acara Bedah Buku. “Kebijakan Mutu Pendidikan Tinggi Di Indonesia, Perspektif Teoritis dan Empiris”. (Makassar, 2 Mei 2010 – Humas STIMlash)

bedah-buku

Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia Persperktif Teoritis dan Empiris

  • Penulis   : Dr. H. Sahban Liba, MM
  • Penerbit : AS Publishing
  • Terbit     : 2009
  • Tebal      :  xvi + 228 halaman

bedah-bukuSebuah buku yang ditulis dari disertasi penulis yang berjudul : “Evaluasi Pelaksaan Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Periode 2003-2010″ ini merupakan wacana sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang kemudian mulai dikembangkan dan diterapkan.

Bertujuan untuk menciptakan mekanisme untuk isa memiliki daya saing, akuntabilitas (otomatis secara administratif dan finansial) dan sumberdaya manusia dengan kepribadian manusia seutuhnya dan lebih menghormati hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental.

dalam buku ini dijelaskan survei pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat perguruan tinggi di Indonesia yang dilakukan Ditjen Dikti di 2008 menunjukkan 387 dari sekitar 3000 Perguruan Tinggi yang berpartisipasi aktif dalam survei tersebut. Indikator ini mengindikasikan bahwa sampai saat ini masih banyak Perguruan Tinggi elum mengetahui dan memahami konsep, fungsi, dan peran sistem penjaminan mutu pendidikan Tinggi bagi pengembangan dan kelangsungan hidup perguruan tinggi.

Sebagian Perguruan Tinggi masih berfokus pada aplikasi mutu internal dan yang bersifat akademik PP No.19/2005 mensyaratkan aplikasi penjaminan mutu internal juga mencakup bidang non akademik.

Pendidikan mutu akademik tidak boleh lagi bergantung pada pemerintah (Ditjen Dikti) melainkan pada kemampuan masing-masing Perguruan Tinggi.

Buku yang dibagi menjadi tujuh Bab ini menguraikan tentang konsep pendidikan tinggi, penjaminan mutu pendidikan tinggi, analisis kebijakan, kebijakan nasional tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi serta penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia (studi Empiris). menariknya karena digambarkan tentang implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia dimulai dengan benchmarking perguruan tinggi lokal terhadap perguruan tinggi dunia yang dinilai bermutu. sedang pemahaman atas apa yang dinilai bermutu membutuhkan dokumentasi, ringkasan dan sosialisasi.

sementara pemerinatah atas nama negara bertransformasi mejadi bidang yang memberikan kawalan, fasilitas pemberdayaan dan membisakan (enabling) peningkatan mutu pendidikan tinggi. sehingga kesalahan fatal dalam tertib administrasi dan pengisian EPSBED (Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri) bisa berdampak pada pencabutan izin operasional Perguruan Tinggi.

40247176

STIM Lasharan Jaya, Gelar Workshop ” Teori Pengambilan Keputusan “

40247176Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya atau STIMLASH JAYA menggelar Workshop “Teori Pengambilan Keputusan” Minggu (25/4) di Gedung Lasharan Garden Makassar. Acara ini diikuti oleh 210 mahasiswa dan bertindak sebagai pemateri adalah Dr.H. Sahban Liba, MM yang juga merupakan Ketua STIM Lasharan Jaya.

Workshop Teori Pengambilan Keputusan itu dilaksanakan setiap setahun sekali dan merupakan workshop yang wajib diikuti para mahasiswa STIMLASH JAYA sebagai salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti ujian skripsi.

“Workshop TPK ini sangat penting dan berguna bagi para mahasiswa calon sarjana yang kelak akan terjun langsung berhadapan dengan masyarakat. “Kalian para mahasiswa akan terlatih membuat dan mengambil keputusan di saat-saat genting sekalipun”. kata lulusan Doktor UNJ Jakarta tahun 2009 ini.

Ditambahkan Sahban Liba, TPK ini juga berguna dalam memilih calon pendamping hidup. bayangkan, kalau kita salah dalam memilih maka akan menyesal seumur hidup. untuk itulah pahami dan pelajari baik-baik workshop TPK ini agar dapat memilih jodoh sesuai hati nurani. penjelasan tersebut langsung disambut tepuk tangan gembira para peserta workshop.

pada kesempatan itu pula, Sahban Liba memaparkan perjalanan hidupnya mulai dari pendidik lalu menjadi tentara marinir Angkatan Laut kemudian bekerja sebagai PNS yang dikaryakan di kantor Gubernur DKI Jakarta saat gubernur di jabat Jenderal Marinir Ali Sadikin dan kini kembali lagi ke dunia pendidikan. Menurut Doktor yang kini berusia 72 Tahun itu, baginya Ia tidak mengalami istilah pensiun tapi yang ada adalah merubah karier atau change of carrier. Itulah hikmah dalam mengambil setiap keputusan.

images

STIM Lasharan Jaya Gelar Lomba Pidato Bahasa Inggris

Tak mudah memacu semangat belajar mahasiswa, apalagi untuk melakukan sesuatu yang dianggap sulit, tetapi Ketua STIM Lasharan Jaya (STIM-Lash) Makassar, Dr H Sahban Liba MM punya kiat jitu untuk “menaklukkan” mahasiswa.

Kiat tersebut yaitu dengan memaksa mahasiswa mengikuti lomba, menyediakan hadiah bagi para juara, serta memberikan sanksi kepada mahasiswa yang tidak mau mengikuti seluruh prosedur lomba yang telah ditetapkan.

“Saya mengajar bahasa Inggris, tetapi cara mengajar saya agak berbeda dibandingkan dosen bahasa Inggris lain. Semua mahasiswa saya wajibkan ikut lomba pidato berbahasa Inggris di antara mereka sendiri, tentu dengan melalui proses latihan terlebih dahulu. Saya siapkan hadiah yang cukup besar bagi para juara,” ungkap Sahban, kepada penulis di ruang kerjanya, Kamis, 27 Oktober 2011.

Hadiah yang disediakan yaitu Rp 1 juta bagi juara pertama, Rp 750 ribu untuk juara kedua, Rp 500 ribu bagi juara ketiga, dan Rp 250 ribu untuk juara keempat.

“Mungkin saya dianggap gila, tetapi ini saya lakukan agar mahasiswa bisa berbahasa Inggris,” ujar Sahban.

Dalam menempa mahasiswa di kampus STIM-Lash, purnawirawan TNI-AL itu menerapkan lima tahap pembinaan, yaitu mahasiswa semester satu DIPAKSA belajar, mahasiswa semester dua TERPAKSA belajar, mahasiswa semester tiga TERBIASA belajar, mahasiswa semester empat BISA melakukan, sedangkan mahasiswa semester lima sudah memiliki BUDAYA belajar.

“Inilah yang coba saya terapkan di STIM-Lash,” kata Sahban yang meraih gelar doktor (S3) pada usia 70 tahun. (asnawin)