Dr. Hernita: STIM Lasharan Jaya Makassar Telah Cetak 2.822 Sarjana Manajemen

MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM—Hingga Wisuda ke-16 tahun 2021/2022, total jumlah alumni yang diwisuda telah mencapai 2.822 sarjana manajemen. Mayoritas alumni sudah terserap pada lapangan kerja.

Demikian laporan akademik Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar Dr. Hernita, SE, MM, pada Wisuda STIM Lasharan Jaya ke-16, Sabtu 27 Nopember 2021 di Gedung Lasharan Jaya Makassar.

Wisuda sarjana semester genap tahun akademik 2021/ 2022, diikuti 190 wisudawan. Satu hal cukup membanggakan, 10 persen dari wisudawan S1 kali ini telah diterima kerja sebelum mereka lulus ujian skripsinya, tandas doktor pendidikan ekonomi PPs-UNM ini.

Dalam wisuda kali ini tercatat mahasiswa berprestasi terbaik 1, Nursapriani IPK ( 3,89); terbaik III Kamelia (3,78); dan terbaik III Khaeruddin (3,76), katanya.

” Saat ini kampus miliki 7 dosen dengan pendidikan doktor lulusan dari berbagai perguruan tinggi. STIM Lasharan Jaya Makassar telah, mendapatkan perpanjangan akreditasi otomatis dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang berlaku sampai 2027.”

Pencapaian ini tidak lepas kerja keras seluruh sivitas akademika STIM Lasharan Jaya dan seluruh mahasiswa, alumni, karyawan, tenaga pendidik, dosen dan pihak yayasan tidak kenal lelah hingga rela begadang melengkapi dan memperbaiki seluruh berkas yang diperlukan, tegasnya.

Pendiri STIM Lasharan Jaya,Dr. Sahban Liba, MM selalu menggaungkan kalimat effective management is dicipline and carrying out (manajemen yang efektif adalah disiplin dan melaksanakannya).

Kalimat tersebut senantiasa mengaspirasi dan menginspirasi civitas akademika senantiasa bersatu bekerja keras mengembangkan dan membesarkan kampus, katanya.

Hernita berpesan, wisudawan sebagai insan intektual, tentu saling menyadari ilmu yang didapatkan di bangku kuliah, tidaklah mungkin dapat secara langsung dinikmati, tetapi harus-lah melalui proses.

Dalam proses tersebut dibutuhkan kemauan kuat (cerdas emosi) dan juga kemampuan intelektual memadai. Kedua harus didasari kecerdasan spiritual yaitu iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Wisuda dihadiri Kepala L2DIKTI IX Sultanbatara diwakili Ir. H. Andi Muhammad. dan Ansar Mangopo, MSi Sekertaris Daerah Kota Makassar. Hj. Andi Nurlela selaku Ketua Yayasan Lasharan Jaya Makassar. Hadir pula para dosen orang tua dan keluarga wisudawan dan undangan lainnya. (rls).

Lolos Program Kampus Merdeka Amati Indonesia. Wakil Ketua Umum UKM/BEM STIM Lasharan Jaya Makassar Siap Berkontribusi Untuk Lebih Meningkatkan Ekowisata Indonesia di Gorontalo

Wakil Ketua Umum UKM/BEM STIM Lasharan Jaya Makassar (Fitri Wahyuni Suryadi) dinyatakan lolos pada program kampus merdeka Amati Indonesia. Fitri mengungkapkan perasaan bangganya karena mampu lolos dan akan bisa berkontribusi langsung terhadap Ekowisata Indonesia. Selain itu Fitri juga berjanji akan menjaga nama baik kampus dan organisasi selama di Gorontalo. “Saya turut bangga atas pencapaian wakil saya, dan berharap selama di Gorontalo Fitri tetap menjaga nama baik Almamater Kampus dan Organisasi” tegas Firmansyah selaku Ketua UKM/BEM STIM Lasharan Jaya Makassar.

 

stim bosowa

STIMLASH – UNIBOS Jalin Kerjasama Tridharma Pendidikan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan (STIMLASH) Jaya Makassar melakukan kerjasama tridharma pendidikan dengan Universitas Bosowa (Unibos) Makassar.

Kerjasama dilakukan dalam bentuk penandatanganan perjanjian bersama (MoU) yang diadakan di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Unibos Makassar, Senin, (15/2/21) sore.

“Ini merupakan kehormatan bagi kampus kami untuk bisa bekerjasama dengan Unibos, kampus yang besar”,                     ujar Dr. Sahban Liba, MM, pendiri sekaligus ketua yayasan STIM Lasharan Jaya Makassar, yang turut hadir pada acara tersebut.

Sementara, Rektor Unibos Makassar Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan
STIMLAS Jaya Makassar mau bekerjasama dengan Unibos Makassar.

“Saya senang sekali dan gembira STIMLASH Jaya Makassar mau bekerjasama di segala bidang terutama dalam rangka menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Kerja sama ini merupakan perwujudan program kampus merdeka yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Jalinan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi di kalangan dunia kampus. Salah satu kebijakan baru dalam program Kampus Merdeka adalah keleluasaan bagi mahasiswa mengambil mata kuliah di luar program studinya, bahkan di perguruan tinggi lain.

Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Unibos Makassar Prof. Dr. Saleh Pallu dengan Ketua STIMLASH Jaya Makassar, Dr. Hernita, SE, MM dan saksikan para sivitas akademik kedua kampus.

Menurut Dr. Hernita, hubungan kerjasama STIMLASH Jaya Makassar dengan Unibos Makassar sebenarnya sudah lama bahkan sejak Unibos masih bernama Universitas 45.

Pemilik Universitas 45, H. Andi Sose adalah kerabat sekaligus sahabat Dr. Sahban Liba. Kini, Universitas 45 telah berganti nama menjadi Universitas Bosowa dengan kepemilikan Pengusaha Kondang, Aksa Mahmud.

“Semoga dengan penandatangan MoU ini akan makin mendekatkan kami dan menguatkan kerjasama yg sama-sama saling membangun demi terwujud kampus merdeka”, tambah Hernita.

Sejumlah sivitas akademik Unibos Makassar dari jajaran para wakil rektor, dekan dan wakil dekan hadir menyaksikan acara tersebut.

Tampak dari STIMLASH Jaya Makassar diantaranya : Arfiany, SE, MM Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan, Guntur Suryo Putro, SE, MM Wakil Ketua bidang Akademik dan Dr. Iwan Perwira, SE, MM Ketua LPPM dan Kepala Humas.

Selain penandatangan Mou antar Unibos dengan STIMLASH, juga terjalin penandatanganan MoU antar Unibos Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulsel. (*)

terkiniid

Gelar Aksi Sosial, Mahasiswa Bidikmisi STIM Lasharan Jaya Bagikan Nasi Kotak ke Warga

Terkini.id, Makassar – Mahasiswa penerima beasiswa program bidikmisi Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar melakukan aksi sosial yakni membagikan nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegitan sosial itupun dilakukan di beberapa lokasi di Kota Makassar pada Jumat 2 Oktober 2020.

Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya yang merasa ikut prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat sekitar pada masa pandemi saat in

“Alhamdulillah kita kami masih melakukan aksi sosial ini. Mungkin dari kuantitasnya tidaklah terlalu besar. Tetapi ini dilandasi niat ikhlas untuk meringankan beban orang-orang yang kurang mampu apalagi yang terdampak Covid-19,” kata Dr Hernita.

Selain itu, ia mengaku mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya mempunyai ide untuk berbagi dari sedikit rejeki yang mereka dapatkan dan juga merupakan bagian dari tugas pengembangan diri mahasiswa bidikmisi.

“Jadi anak-anak bidikmisi tiap hari menabung minimal 5 ribu per hari mulai awal September kemarin, kemudian dana tiap orang dikumpulkan untuk beli nasi kotak,” tuturnya.

Prosesi pembagian nasi kotak tetap mengikuti standar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. Serta mereka terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok berikutnya akan melakukan aksi serupa pada Jumat pekan depan.

Citizen Reporter : Muh.Ikram

terkiniid_img-20201003-wa0011-696x385

Hadirkan Aplikasi Izin Penelitian, Pemprov Sulsel Gandeng STIM Lasharan Jaya

Terkini.id, Makassar – Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyepakati kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada sektor Penelitian dan Pengembangan

Dalam acara ini, DPM-PTSP Sulsel menghadirkan aplikasi izin penelitian Neni Si Lincah dan memberikan beberapa izin kewenangannya dilimpahkan ke daerah.

Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan, dengan adanya aplikasi ini sangat membantu mahasiswa dan dosen.

“Mahasiswa atau dosen yang akan melakukan penelitian tidak perlu lagi datang ke kantor untuk membuat surat ijin penelitian, semua bisa dilakukan via online dan surat ijinnya juga akan langsung diterbitkan di aplikasi tersebut,” kata Dr Hernita, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Selain itu, kata Dr Hernita, aplikasi ini sangat efisien karena tak perlu antri lagi dan cukup di rumah saja semua bisa dilakukan sehingga mampu mengurangi penyebaran pandemi Covid-19.

“Jadi akan memudahkan juga tidak menimbulkan antrian panjang dan kerumunan yang sangat berguna pada masa pandemi ini,” pungkasnya.

Citizen Reporter : Moh Ansyarullah

3

Dosen Makassar Memberi Pelatihan Dosen ke 3 kota besar

Bugiswarta.com- Dosen Makassar Memberi Pelatihan Dosen ke 3 kota besar – Dalam Melaksanakan tridarma perguruan tinggi, dosen dituntut salahsatunya melakukan penelitian.  Namun kenyataannya, jumlah penelitian di Indonesia masih sangat minim, hal ini terjadi karena masih banyak dosen belum memiliki keterampilan dalam mengolah data penelitian. Sehingga ide atau gagasan yang dimiliki hanyalah menjadi sebuah gagasan yang tidak dapat diolah dan dijadikan sebuah karya ilmiah.

Melihat fenomena ini, dosen STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh. Amsal Sahban, Ph.D berkelililing ke tiga kota dari tanggal 15 sampai 25 November 2019 yang dimulai dari Kota Medan, Jakarta dan Samarinda untuk berbagi ilmu agar ide atau gagasan yang dimiliki oleh para dosen dapat diolah datanya secara kualitatif maupun kuantitatif.  Sehingga nantinya dapat menjadi sebuah karya ilmiah yang berkualitas.

Pelatihan Olah data penelitian kualitatif dan kuantitatif ini dihadiri oleh puluhan dosen yang ingin meningkatkan keterampilannya dalam meneliti.  Dalam kesempatan ini, Amsal mengajarkan bagaimana cara mengolah data penelitian dengan menggunakan software kualitatif Atlas.ti, dilanjutkan dengan software kuantitatif seperti  SPSS, SEM AMOS dan Smart PLS. Dan terlihat para peserta yang hadir sangat bersemangat mempelajari software penelitian tersebut.

“Saya melihat para dosen yang hadir sangat antusias mengikuti pelatihan ini dengan harapan keterampilan yang pelajari dapat digunakan dalam penelitiannya” Ungkap Amsal.

Selain itu, katanya banyak dosen yang sudah memiliki ide atau gagasan yang menarik untuk diteliti. Namun selalu terbentur dengan cara mengolah datanya.

“Dan saya melihat banyak dosen yang memilik ide yang menarik namun selalu terbentur dengan olah datanya” Ungkap jebolan perguruan tinggi Universiti Utara Malaysia ini.

Amsal yang sehari-hari sebagai ketua II di STIM Lasharan Jaya Makassar ini juga mengajarkan bagaimana cara menulis hasil output yang diperoleh dari software tersebut, sehingga para peserta mengerti bagaimana cara mengintrepretasikan output software yang muncul.  Dan metode pelatihan yang digunakan lebih berfokus ke praktek langsung dalam mengolah data, mengintrepretasikan dan menulis hasil penelitian yang diperoleh dari software statistic tersebut.

“Dosen yang hadir bukan hanya dibimbing untuk terampil menggunakan software, tetapi juga dibimbing untuk mengintrepretasikan dan menulis hasil yang diperoleh dari software tersebut, sehingga mereka mendapatkan manfaat yang maksimal dari pelatihan ini” Ungkap Amsal yang juga merangkap sebagai ketua lembaga Lasharan Training Center ini.

Lambang STIMLASH MKS

Mengapa Mahasiswa Perlu Mempelajari Manajemen Karakter ??

Lambang STIMLASH MKSRenstra Kementerian Pendidikan Nasional, mencanangkan penerapan pendidikan karakter mulai tahun ajaran 2010-2014 mulai usia dini sampai perguruan tinggi yang termasuk dalamnya pendidikan formal dan non formal.

Menurut ketua Kopertis Wilayah IX, bersamaan dengan gerakan pendidikan berbasis karakter, sekaligus kita siapkan generasi Indonesia yaitu pada saat Indonesia menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka.

Karakter akan di bangun, bukan hanya kesantunan melainkan juga secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan intelektual sebagai modal bangsa. dan karater paling penting dibangun adalah untuk generasi yang akan datang, generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi sekarang. karena susah mengubah generasi saat ini yang sedang berkuasa, tampak sudah sudah sangat sulit. Walau masih ada yang baik tapi jumlahnya hanya sedikit.

Dimaklumi bahwa karakter bangsa Indonesia masih lemah, dan karakter manusianya sudah mulai pudar karena sudah terkontaminasi dengan sifat-sifat yang di hembuskan oleh syaitan. ( ingat ayat ” Qul a’uudzu birobbinnas” )

Sudah masanya pembentukan karakter (character building), dan pendidikan karakter (caracter education), karena kegelisahan publik atas karakter pendidikan kita yang tidak kunjung mampu melahirkan generasi bangsa, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga unggul secara berkarakter.

Ternyata pendidikan pancasila belum, mampu menyentuh karakter bangsa yang diharapkan kehidupan sosial kita tidak sebangding lurus dengan target pencapaiannya dari kurikulum pendidikan pancasila. Praktik korupsi merajalela, ketidakadilan hukum masih terjadi, penghargaan terhadap perbedaan masih terus dengan praktek kekerasan.

Karakter lemah tersebut menjadi realistis dalam kehidupan bangsa Indonesia, karena sudah ada sejak bangsa Indonesia masih di jajah bangsa asing beratus-ratus tahun yang lalu, akhirnya karakter tersebut telah mengkristalisasi pada masyarakat Indonesia. Ketika bangsa Indonesia sudah merdekapun, karakter tersebut masih melekat. Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya pendidikan karakter oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan sehingga mulai tahun 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia, harus menyusupkan pendidikan Karakter.

Oleh karena itu pendidikan Manajemen Karakter, perlu di ajarkan kepada kaum Milineal sesuai dengan teori Evolusi yaitu Bukan Manusia Berkuasa yang Kuat tetapi Adalah Manusia Yang Mampu dan Cerdas Mengantisipasi Masa Depan, dan inilah yang perlu di persiapkan untuk para Mahasiswa saat ini.  Mahasiswa di harapkan mampu menjadi seseorang yang Kreatif, Inovatif dan Mandiri yang dimana mereka harus dapat selalu memperhatikan Masa Depan nya. ( Dr. H. Sahban Liba. Drs. MM )