terkiniid

Gelar Aksi Sosial, Mahasiswa Bidikmisi STIM Lasharan Jaya Bagikan Nasi Kotak ke Warga

Terkini.id, Makassar – Mahasiswa penerima beasiswa program bidikmisi Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar melakukan aksi sosial yakni membagikan nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegitan sosial itupun dilakukan di beberapa lokasi di Kota Makassar pada Jumat 2 Oktober 2020.

Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya yang merasa ikut prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat sekitar pada masa pandemi saat in

“Alhamdulillah kita kami masih melakukan aksi sosial ini. Mungkin dari kuantitasnya tidaklah terlalu besar. Tetapi ini dilandasi niat ikhlas untuk meringankan beban orang-orang yang kurang mampu apalagi yang terdampak Covid-19,” kata Dr Hernita.

Selain itu, ia mengaku mahasiswa bidikmisi STIM Lasharan Jaya mempunyai ide untuk berbagi dari sedikit rejeki yang mereka dapatkan dan juga merupakan bagian dari tugas pengembangan diri mahasiswa bidikmisi.

“Jadi anak-anak bidikmisi tiap hari menabung minimal 5 ribu per hari mulai awal September kemarin, kemudian dana tiap orang dikumpulkan untuk beli nasi kotak,” tuturnya.

Prosesi pembagian nasi kotak tetap mengikuti standar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. Serta mereka terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok berikutnya akan melakukan aksi serupa pada Jumat pekan depan.

Citizen Reporter : Muh.Ikram

terkiniid_img-20201003-wa0011-696x385

Hadirkan Aplikasi Izin Penelitian, Pemprov Sulsel Gandeng STIM Lasharan Jaya

Terkini.id, Makassar – Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyepakati kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada sektor Penelitian dan Pengembangan

Dalam acara ini, DPM-PTSP Sulsel menghadirkan aplikasi izin penelitian Neni Si Lincah dan memberikan beberapa izin kewenangannya dilimpahkan ke daerah.

Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr Hernita mengatakan, dengan adanya aplikasi ini sangat membantu mahasiswa dan dosen.

“Mahasiswa atau dosen yang akan melakukan penelitian tidak perlu lagi datang ke kantor untuk membuat surat ijin penelitian, semua bisa dilakukan via online dan surat ijinnya juga akan langsung diterbitkan di aplikasi tersebut,” kata Dr Hernita, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Selain itu, kata Dr Hernita, aplikasi ini sangat efisien karena tak perlu antri lagi dan cukup di rumah saja semua bisa dilakukan sehingga mampu mengurangi penyebaran pandemi Covid-19.

“Jadi akan memudahkan juga tidak menimbulkan antrian panjang dan kerumunan yang sangat berguna pada masa pandemi ini,” pungkasnya.

Citizen Reporter : Moh Ansyarullah

3

Dosen Makassar Memberi Pelatihan Dosen ke 3 kota besar

Bugiswarta.com- Dosen Makassar Memberi Pelatihan Dosen ke 3 kota besar – Dalam Melaksanakan tridarma perguruan tinggi, dosen dituntut salahsatunya melakukan penelitian.  Namun kenyataannya, jumlah penelitian di Indonesia masih sangat minim, hal ini terjadi karena masih banyak dosen belum memiliki keterampilan dalam mengolah data penelitian. Sehingga ide atau gagasan yang dimiliki hanyalah menjadi sebuah gagasan yang tidak dapat diolah dan dijadikan sebuah karya ilmiah.

Melihat fenomena ini, dosen STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh. Amsal Sahban, Ph.D berkelililing ke tiga kota dari tanggal 15 sampai 25 November 2019 yang dimulai dari Kota Medan, Jakarta dan Samarinda untuk berbagi ilmu agar ide atau gagasan yang dimiliki oleh para dosen dapat diolah datanya secara kualitatif maupun kuantitatif.  Sehingga nantinya dapat menjadi sebuah karya ilmiah yang berkualitas.

Pelatihan Olah data penelitian kualitatif dan kuantitatif ini dihadiri oleh puluhan dosen yang ingin meningkatkan keterampilannya dalam meneliti.  Dalam kesempatan ini, Amsal mengajarkan bagaimana cara mengolah data penelitian dengan menggunakan software kualitatif Atlas.ti, dilanjutkan dengan software kuantitatif seperti  SPSS, SEM AMOS dan Smart PLS. Dan terlihat para peserta yang hadir sangat bersemangat mempelajari software penelitian tersebut.

“Saya melihat para dosen yang hadir sangat antusias mengikuti pelatihan ini dengan harapan keterampilan yang pelajari dapat digunakan dalam penelitiannya” Ungkap Amsal.

Selain itu, katanya banyak dosen yang sudah memiliki ide atau gagasan yang menarik untuk diteliti. Namun selalu terbentur dengan cara mengolah datanya.

“Dan saya melihat banyak dosen yang memilik ide yang menarik namun selalu terbentur dengan olah datanya” Ungkap jebolan perguruan tinggi Universiti Utara Malaysia ini.

Amsal yang sehari-hari sebagai ketua II di STIM Lasharan Jaya Makassar ini juga mengajarkan bagaimana cara menulis hasil output yang diperoleh dari software tersebut, sehingga para peserta mengerti bagaimana cara mengintrepretasikan output software yang muncul.  Dan metode pelatihan yang digunakan lebih berfokus ke praktek langsung dalam mengolah data, mengintrepretasikan dan menulis hasil penelitian yang diperoleh dari software statistic tersebut.

“Dosen yang hadir bukan hanya dibimbing untuk terampil menggunakan software, tetapi juga dibimbing untuk mengintrepretasikan dan menulis hasil yang diperoleh dari software tersebut, sehingga mereka mendapatkan manfaat yang maksimal dari pelatihan ini” Ungkap Amsal yang juga merangkap sebagai ketua lembaga Lasharan Training Center ini.

Lambang STIMLASH MKS

Mengapa Mahasiswa Perlu Mempelajari Manajemen Karakter ??

Lambang STIMLASH MKSRenstra Kementerian Pendidikan Nasional, mencanangkan penerapan pendidikan karakter mulai tahun ajaran 2010-2014 mulai usia dini sampai perguruan tinggi yang termasuk dalamnya pendidikan formal dan non formal.

Menurut ketua Kopertis Wilayah IX, bersamaan dengan gerakan pendidikan berbasis karakter, sekaligus kita siapkan generasi Indonesia yaitu pada saat Indonesia menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka.

Karakter akan di bangun, bukan hanya kesantunan melainkan juga secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan intelektual sebagai modal bangsa. dan karater paling penting dibangun adalah untuk generasi yang akan datang, generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi sekarang. karena susah mengubah generasi saat ini yang sedang berkuasa, tampak sudah sudah sangat sulit. Walau masih ada yang baik tapi jumlahnya hanya sedikit.

Dimaklumi bahwa karakter bangsa Indonesia masih lemah, dan karakter manusianya sudah mulai pudar karena sudah terkontaminasi dengan sifat-sifat yang di hembuskan oleh syaitan. ( ingat ayat ” Qul a’uudzu birobbinnas” )

Sudah masanya pembentukan karakter (character building), dan pendidikan karakter (caracter education), karena kegelisahan publik atas karakter pendidikan kita yang tidak kunjung mampu melahirkan generasi bangsa, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga unggul secara berkarakter.

Ternyata pendidikan pancasila belum, mampu menyentuh karakter bangsa yang diharapkan kehidupan sosial kita tidak sebangding lurus dengan target pencapaiannya dari kurikulum pendidikan pancasila. Praktik korupsi merajalela, ketidakadilan hukum masih terjadi, penghargaan terhadap perbedaan masih terus dengan praktek kekerasan.

Karakter lemah tersebut menjadi realistis dalam kehidupan bangsa Indonesia, karena sudah ada sejak bangsa Indonesia masih di jajah bangsa asing beratus-ratus tahun yang lalu, akhirnya karakter tersebut telah mengkristalisasi pada masyarakat Indonesia. Ketika bangsa Indonesia sudah merdekapun, karakter tersebut masih melekat. Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya pendidikan karakter oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan sehingga mulai tahun 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia, harus menyusupkan pendidikan Karakter.

Oleh karena itu pendidikan Manajemen Karakter, perlu di ajarkan kepada kaum Milineal sesuai dengan teori Evolusi yaitu Bukan Manusia Berkuasa yang Kuat tetapi Adalah Manusia Yang Mampu dan Cerdas Mengantisipasi Masa Depan, dan inilah yang perlu di persiapkan untuk para Mahasiswa saat ini.  Mahasiswa di harapkan mampu menjadi seseorang yang Kreatif, Inovatif dan Mandiri yang dimana mereka harus dapat selalu memperhatikan Masa Depan nya. ( Dr. H. Sahban Liba. Drs. MM )

MOU

STIM Lasharan Makassar – UIN Lampung Jalin Kerjasama

Kerjasama

Pedoman Karya10:56 PM

MoU
MoU antara STIM Lasharan Jaya Makassar dan UIN Raden Intan Lampung

Selasa, 18 Desember 2018

STIM Lasharan Jaya Makassar – UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama

– Amsal Sahban Liba Pemateri Workshop Olah Data Penelitian
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya (STIMLash Jaya) Makassar resmi menjalin kerjasama dengan Universitas IslaMOUm Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Mengawali kerjasama tersebut, UIN Raden Intan mengundang salah seorang dosen STIMLash Jaya, yakni Amsal Sahban Liba PhD, menjadi pemateri Pelatihan Pengolahan Data Kuantitatif Penelitian Karya Ilmiah untuk Ekonomi, Manajemen & Bisnis, di Hotel De Green City, Lampung, Ahad, 16 Desember 2018.

Workshop yang diorganisir oleh Ikatan Mahasiswa Magister Ekonomi UIN Raden Intan Lampung itu dihadiri lebih dari 50 peserta, terdiri atas dosen dan mahasiswa program pascasarjana Ekonomi Syariah.

“Para peserta terlihat sangat semangat dalam mengikuti pelatihan ini, sampai-sampai saya agak kesulitan melanjutkan ke tahap berikutnya karena banyaknya pertanyaan,” kata Amsal, kepada wartawan di Makassar, Selasa, 18 Desember 2018.

Amsal yang juga chief editor Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis, mengatakan, workshop diawali dengan mempelajari teknik perumusan masalah dan penyelesaiannya sesuai dengan Reseach Gap dan Fenomena Bisnisnya, dilanjutkan dengan proses Pengembangan Model dan pemastian Variabel dan Indikator.

Setelah para peserta memahami model penelitian tersebut, mereka didorong untuk praktek terampil dalam mengolah data menggunakan SPSS dan AMOS.

“Mereka terlihat sangat antusias dalam mempelajari olah data penelitian dengan menggunakan Software SPSS dan AMOS, mengingat tuntutan publikasi penelitian di UIN Raden Intan Lampung mengharuskan para dosen dan mahasiswa pascasarjana bekerja keras untuk dapat menguasai keterampilan olah data tersebut,” tutur Amsal.

Dia mengatakan, sebagai kelanjutan dari kerjasama antara STIMLash Jaya Makassar dengan UIN Raden Intan Lampung, maka akan ada pelatihan lanjutan untuk para dosen dan mahasiswa pascasarjana UIN Raden Intan. (sal)

Ketua II STIM Lasharan Jaya Makassar Muh Amsal Sahban SE MM PhD berfoto bersama dengan editor the Journal of Business and Social Review in Emerging Economies bertempat di Fakultas Bisnis dan Akuntansi, Universiti Malaya, Malaysia, Minggu (11/11/2018).

M Amsal Sahban, Ph.D, Ketua II STIM Lasharan Jaya Masuk Tim Editor Jurnal Internasional di Malaysia

4

Ketua II Muh. Amsal Sahban SE MM PhD berfoto bersama dengan editor the Journal of Business and Social Review in Emerging Economies bertempat di Fakultas Bisnis dan Akuntansi, Universiti Malaya, Malaysia, Minggu (11/11/2018)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua II STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh Amsal Sahban SE MM PhD diundang sebagai Editor oleh the Journal of Business and Social Review in Emerging Economies bertempat di Fakultas Bisnis dan Akuntansi, Universiti Malaya, Malaysia.

Meeting editorial board ini dipimpin oleh Chief Editor Prof Abdul Halim Abdul Majid dari School of Business, Universiti Utara Malaysia pada Minggu (11/11/2018), pukul 09.00-12.00 waktu Malaysia atau WITA.

Para editor yang hadir pada Meeting editorial board tersebut berasal dari berbagai negara diantaranya Prof Dr Kuperan Viswanathan, Prof Dr Ghulam Shabir Beaconhouse National University Lahore Pakistan

Selain itu hadir pula editor Prof Dr Diana Bank Weinberg dari Berlin School of Economics and law (HWR), Germany dan hadir pula Tan Eng Tong, Suleyman, Vice President, Strategic Management, SilTerra, Malaysia.

Dari Indonesia, masuk juga nama Prof Dr Ruswiati Suryasaputra dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan beberapa tim editor lainnya yang berasal dari Singapura.

Dikutip dari rilis di tribun-timur.com, Senin (12/11/2018), dalam meeting ini para tim editorial membahas beberapa hal penting yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas artikel yang akan dipublikasi agar dapat meningkatkan reputasi journal of Business and Social Review in Emerging Economies.

Amsal yang kesehariannya sebagai dosen di STIM Lasharan Jaya Makassar ini memberikan pendapat yang inspiratif bahwa untuk meningkatkan reputasi sebuah jurnal ilmiah, artikel dalam jurnal tersebut harus banyak dikutip oleh berbagai institusi dari dalam atau luar negeri.

Amsal menambahkan bahwa tim pengelola jurnal perlu bekerjasama bukan hanya dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Tetapi juga bekerja sama dengan dunia industri agar hasil penemuan ilmiah dalam Journal of Business and Social Review in Emerging Economies dapat dimanfaatkan oleh dunia bisnis dan industri.  Jadi bukan hanya menjadi sekedar penemuan riset tanpa adanya kontribusi.

Selain itu Amsal menambahkan bahwa para penulis artikel jurnal selayaknya meningkatkan kualitas artikelnya dengan cara menawarkan kebaruan atau novelty dalam suatu karya tulis baik itu dalam hal teorinya, metodologinya maupun dari hasil penemuan ilmiah itu sendiri

Hndari kutipan-kutipan dari artikel yang sudah usang setidaknya mengutip artikel baru atau 5 tahun terakhir dan yang terakhir adalah usahakan penemuan hasil penelitian itu didasari oleh data yang valid dan reliabel, agar hasil temuan penelitian menjadi akurat. (*)

 

 

 

 

6

Ketua II STIM Lasharan Jaya Nara Sumber Pre-Conference di Unhas

6

MAKASSAR – Dosen STIM Lasharan Jaya, Muh. Amsal Sahban, Ph.D menjadi salah seorang nara sumber pada pre-conference workshop di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hassanuddin.

Acara konferensi berjudul The 3th International Conference on Accounting, Management, and Economics (ICAME – 2018) berlangsung selama 2 hari, yakni 4-5 November 2018.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Pakistan, Singapore dan Malaysia.

Dalam kesempatan workshop ini hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi Unhas Prof. Rahman Qadir, M.Si.

Ketua panitia konferensi internasional, Andi Reni, M.Si, Ph.D. dan juga turut hadir Vice President of Suratthani Rajabhat University, Thailand.

Materi yang diberikan oleh Muh. Amsal Sahban memberikan materi workshop Atlas.ti yang berguna pada menyusun telaah pustaka.

Dilanjutkan dengan pelatihan Mendeley berguna untuk menyusun atau mengelola daftar pustaka. Workshop ini berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, katanya. (*)

FOTO AMSAL

Jumlah Publikasi Masih Kurang, Puluhan Dosen dan Peneliti Menghadiri Workshop Riset dan Manajemen Publikasi Ilmiah di UNHAS

FOTO AMSALPenelitian seakan menjadi momok yang menakutkan bagi para civitas akademika.  Ini dilihat dari kurangnya jumlah penelitian di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga.  Berbagai kegiatan lokakarya maupun workshop telah dilaksanakan untuk menambah keahlian mereka dalam meneliti agar mereka mampu membuat karya Ilmiah bertaraf nasional dan internasional.  Salahsatunya adalah kegiatan workshop yang baru-baru ini diadakan di Aula Pascasarjana Univeritas Hassanuddin.

Oleh karena itulah, dosen STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh. Amsal Sahban, Ph.D dan juga sebagai Associate Fellow of Center for Sustainability Research and Consultancy diundang sebagai salahsatu narasumber untuk memberi pelatihan  mengenai riset dan manajemen publikasi ilmiah di Aula Pascasarjana Lt.3 Universitas Hassanuddin, Makasar.

Workshop ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 14-15 September 2017.  Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk memberikan wawasan, ide, dan tema penelitian keuangan dan bisnis  terkini yang berusaha merespon persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintahan dan Industri bisnis, serta memberikan solusi yang bersifat aplikatif dalam rangka mengembangkan karya-karya penelitian dosen Indonesia dan diseminasi hasil-hasil penelitian seluas mungkin pada masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan upaya kerjasama HSBC-PSF Project dengan para pengelola jurnal nasional Indonesia yang tergabung dalam Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Universitas Hasanuddin dan Sampoerna University.

Peserta workshop yang hadir sebanyak 97 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang.  56 diantaranya adalah Dosen, 23 orang berlatar belakang peneliti dan sisanya berasal dari mahasiswa pascasarjana dan pengelola jurnal.

Selain Amsal, Ph.D terdapat pula beberapa narasumber yang diundang diantaranya adalah Wahyoe Soedarmono, PhD (HSBC-PSF Project Manager), Prof Marzuki, PhD, DEA (Monetary Economics & Finance Expert – FEB UNHAS) dan Ari Warokka, PhD (Senior Research Fellow – Centro Internacional ”Carlos V” – UAM, Spain).

Amsal, Ph.D mengatakan bahwa “Jumlah penelitian di Indonesia masih sangat kurang dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapur dan Pilipina.  Oleh karena itu, kegiatan workshop ini sangat bermanfaat untuk para dosen dan mahasiswa pascasarjana yang ingin  mengasah kemampuan meneliti mereka.”

“Saat ini para dosen dan mahasiswa diharuskan untuk mempublikasikan artikel ilmiahnya baik ke jurnal nasional maupun ke jurnal Internasional.  Bagi para dosen, penelitian ini adalah sebagai syarat mutlak untuk melaksanakan tugas Tridarmanya.  Dan bagi para mahasiswa pascasarjana, artikel ilmiah ini dibuat sebagai salahsatu syarat untuk mengikuti ujian akhir.” tutupnya.